Damar tak sabar, dia membalikkan posisi dengan aku dibawah. dengan basa basi dia menanyakan keadaanku.Hmmm, aku pikir ini kesempatanku untuk happy-happy. Livebokep Hehehehe…” Jawabnya sambil senyum-senyum.“Kamu kenapa sih Be? Hehehehe…” Jawabnya sambil senyum-senyum.“Kamu kenapa sih Be? Ooooogghhghh Damaaarrrr.”Damar ikut bergoyang meski dia yang sedang berada di bawah, dia menghentakan pinggulnya keras-keras sampai mentok dan rasanya terasa seperti kena ulu hatiku. Itu aja?” Kataku.“Gak lah Be. Damar memasukkan kembali penisnya. Jangan dihentakin gitu, rasanya kena ke ulu hatiku. Dia mau ambil jaketnya yang tertinggal.” Jawabnya.“Gak liat aku kan?”“Enggak.”Tanpa menunggu lama lagi, aku nungging dengan sedikit berdiri karena bertumpu pada bak air yang tinggi sedadaku. Kelimpungan dengan celana melorot setengah. Berhubung kami mengejar waktu karena takut teman-teman datang, kami pun langsung melucuti pakaian kami.Aku naik ke atas tubuh Damar yang terlentang.




















