Mungkin dia jengkel karena Mas Pras nggak pulang-pulang. Tapi aku tidak berani masuk. Bokep Mbak Narsih mengulang lagi. Padahal aku tidak merasa melakukan kesalahan apa pun. Untung Mbak Narsih malah cerita kalau aku ternyata pinter masak. Aku merasakan kehalusan kulitnya saat aku menyabuni tubuhnya. Geli tetapi enak. Malahan tanpa disuruh aku mengulum ujung susunya yang kemerah-merahan itu. Nasi sudah ada. Padahal Mas Pras dan Mbak Narsih itu putih semua. Kupapah jalannya ke kamar. Dia tidak marah sama kamu Dik Kun, Bulik Saodah menambahkan, tapi sama keadaan rumah yang membosankan. Cah lanang, bisanya apaaa. Seminggu kemudian Mas Pras pulang. Kurebahkan pelan-pelan tubuhnya dan kuberi bantal yang agak tinggi. Dia mulai masak. Kun, kok cepet-cepet, ya nggak bersih dong. Mbak Narsih hanya memandangku dengan mata basah.




















