Ada perubahan yang terlihat dari bola matanya yang hanya sekali-sekali berani menatap wajahku. “Ehm.. Bokeplive Aku kemudian membuka kedua pahaku dan menginjakkan kakiku di pegangan kursi tempat Bramanto duduk.“Tolong lepaskan stokingnya” ujarku memerintahnya.Rupanya suaraku dalam keadaan seperti ini membuat Bramanto seperti terhipnotis sehingga tanpa basa-basi lagi dia menuruti permintaanku. “Iya bu.. Dia pasti merasa kalau aku memandangnya dengan tatapan yang tidak pantas. Dia pasti merasa kalau aku memandangnya dengan tatapan yang tidak pantas. Ibu juga khan ngerti, namanya juga lelaki normal.. Normalkah aku kalau ada rangsangan yang timbul dalam diriku ketika melihat ‘ulah’ mereka tadi? Tapi aku telah menentukan pilihanku. “Ehm.. Ibu masih lama disini?” suaranya datar dan sopan.Aku hendak menjawab tapi dia kembali melanjutkan kalimatnya,
“Aku sekalian mau pamit pulang.. Lebih tepatnya adalah hasratku telah menentukan pilihannya bagi keinginan tubuhku.“Mm..




















