“Ema… hisap dong Sayang!” pintaku. Agak lama kami ber-French Kiss ria, perlahan ia mulai menurunkan kepalanya dan ganti memangsa leherku, “Aahhh… geli sayang,” kataku. Bokeplive “Uahhh.. slep…”
“Ahhh… Ssayangg… bentar lagi aku nyampe nihh…” kataku terburu. Tanpa ragu-ragu aku pun memelorotkan CD-ku di depan pacarku karena ingin ganti dengan celana renang, “Wahhh… Yayang ni..” katanya sedikit terkejut. Karena kamarku tidak dikunci, betapa terbelalaknya dia ketika melihat aku tanpa celana tidur terlentang dan melihat batanganku sudah berdiri dan di perutku terdapat bekas mani yang mengering. sebatas ciuman saja biasa kan? slepp!”
“Arghh… ihhh… ssshhh,” ia agak kaget rupanya menerima hujaman pusakaku yang besar itu. “Eits… jangan!” ia memegang tanganku. Segera kubopong tubuhnya ke bangku panjang di dalam ruang ganti. “Kamu ngapain ha…? Siang itu aku bertemu sama pacarku. balikkan badan dong!” pintanya. “Itu namanya cairan kenikmatan sayang…” jawabku enteng.












