heh.. Live bokep belum.. Akhirnya setelah 6 jam vaginaku dihujam habis-habisan oleh batang Pak Lubis dengan 6 posisi pula, aku pun langsung pingsan diikuti Pak Lubis yang ambruk di tubuhku sambil memelukku. “Hayo.. Ibuku lari ke kamarnya sambil menangis. sudah selesai ujiannya, mau saya antar?”
“Bolehlah Pak..”
Aku lalu masuk ke dalam mobil Pak Lubis dan kami pergi dari SMEA itu. Ibuku lari ke kamarnya sambil menangis. Aku membayangi jika tangan ayah yang kekar menjamah tubuhku. sshh.. Pada kemana mereka, apa lagi keluar negeri?”
“Oh iya Pak, Pakde dan Bude sudah dua bulan ada di Singapura.”
“Oh, pasti lagi nemuin kedua cucuku yach, Ivan dan Maya.”
“Oh iya betul, Pak.”
Keraguanku terhadap orang ini terjawab setelah dia menyebutkan kedua sepupuku, tapi yang aku rasakan tidak enak adalah tatapan matanya yang tajam ke arahku dimana dia seakan terangsang melihat tubuhku yang basah oleh air kolam




















